Kami lahir dari tanah
yang diajari mengeja merdeka,
bukan untuk menyembah kuasa,
tapi menjaga manusia
agar tetap merdeka.
Sebab kuasa yang lupa mendengar
akan mengira sunyi adalah setia.
Padahal diam
sering kali hanyalah takut
yang dipaksa tinggal lebih lama.
Kami menolak kuasa
karena membungkus represi
dengan pita ketertiban.
Sebab hukum bukan cambuk,
tapi jembatan
agar setiap manusia berdiri sejajar.
Jika kritik dianggap musuh,
maka cermin pun akan dipecahkan
karena terlalu jujur
memantulkan wajah.
Biarlah kami menanam kata,
bukan kebencian.
Menyalakan keadilan,
bukan ancaman.
Karena negeri ini
tidak dibangun
oleh mereka yang hanya patuh,
tetapi juga oleh mereka
yang berani bertanya,
berani berbeda,
dan berani bersuara
kemerdekaan tak pernah selesai
selama masih ada suara
yang dipaksa bungkam.
Blog
-
PUISI ANTI KUASA